Sajak; kelak Saat Arwah Meninggalkan Badan
Kelak akan Kau panggil aku dengan cara apa..
Saat arwah meninggalkan badan.
Kelak orang-orang akan bercicara tentangku..
akan mereka sebut apa aku ini..
walau gelar-gelar menggantung diujung namaku..
akankah mereka sanjung?
atau mereka akan menertawakan kepergianku...
lalu hidup ini untuk apa..
tertawa sajakah..
atau hanya berjalan.
wajahnya tak pernah aku baca satu katapun,
tapi orang-orang kerap membacakan kebaikan-kebaiakanya.
tak pernah aku tengok setitik pun semangat belajarnya,
tapi semua orang memperlihatkanya untukku.
saat manusia itu menyebut-nyebut namamu
aku masih duduk didepan perkataan mereka.
tak ada satu memori pun yang aku simpan,
tapi orang lain memberikannya untuk aku bawa.
Disini orang-orang membicarakan kemuliaannya
ia dimuliakan karena berada di tempat-tempat mulia.
Masjid, Halaqoh ilmu, ruang muhadloroh dan buku
itu saja yang kau tapaki.
semoga engkau di tempatkan di tempat mulia.
Duhai engkau yang tak tampak lagi di mata
sejenak ingin aku berada di tempatmu
menemanimu dan menyanjungmu
tempat yang penuh rindu yang jauhnya tak terkata
pesankan satu tempat untuk yang tertinggal disini
jika bisa tentunya
Allahumagh Firlahu War Hamhu Wa 'Afihi Wafuanhu
Saat semua menyebut sosokmu

