Muhammad al-Mustafa
Kita akan menaiki sebuah kapal untuk pergi ke sebuah pulau yang jauh. Karena disana terdapt sejumlah kunci misteri alam. Tidakkah engkau melihat seluruh mata melihatnya guna menantikan informasi dan menerima perintah darinya. Nah, kini kita mulai melakukan perjalanan yang dimaksud. Kita telah sampai kepadanya dan menginjak pulau tersebut. Sekarang kita berada di hadapan kumpulan manusia yang sangat besar. seluruh pembesar kerajaan berkumpul disini. Wahai teman, lihatlah pemimpin pertemuan besar itu. Marilah kita sedikit menghampirinya guna lebih megetahui dari dekat. Ia menggunakan mendali istimewa yang jumlahnya lebih dari seribu. Ia mengeluarkan perkataan yang berhias kebaikan, keyakinan, dan ketenangan, karena aku telah mempelajari sebagian dari ucapannya selama lima belas hari yang lalu., maka aku akan mengajarkannya padamu. Ia berbicara tentang penguasa kerajaan ini, sang pemilik berbagai mukjizat. Ia berkata bahwa sang penguasa itulah yang mengutusnya pada kalian. Lihatlah bagaimana ia memperlihatkan berbagai hal luarbiasa dan sejumlah mukjizat mencengangkan di mana tidak ada keraguan sedikitpun bahwaia merupakan utusan khusus penguasa.
Dengarkan baik-baik ucapan dan perkatannya, seluruh makhluk laksana telinga yang mendengarkan. Bahkan seluruh kerajaan memperhatikannya dimana semua berusaha untuk mendengar ucapannya yang baik serta bersemangat untuk melihat kehidupannya yang cemerlang. Apakah menurutmu hanya manusia yang mendengarkannya? Tidak, hewan juga ikut mendengarkan. Bahkan gunung dan seluruh benda mendengarkan perintahnya serta takut sekaligus rindu kepadanya. Perhatikanlah bagaimana pepohonan tunduk pada petintahnya dan menuju ke tempat yang ia tunjukan. Ia memancarkan air kea rah yang ia kehendaki. Bahkan meski lewat jemarinya sehingga orang-orang bisa minun dari air yang memancar tersebut. Perhatikan lentera yang bergantung di atap kerajaan. Ia terbelah menjadi dua hanya dengan isyarat darinya.
Kerajaan ini beserta seluruh isinya mengenalnya dengan baik dan mengetahui bahwa ia merupakan pesuruh dan penyampai perintahnya yang amanah. Engkau bisa melihat bagaimana mereka tunduk laksana prajurit yang taat. Setiap orang berakal di sekitarnya pasti mengakui kalau ia merupakan utusan yang mulia seraya membenarkan dan mendengarkan ucapannya. Tidak itu saja. Bahkan gunung, lentera besar dan semua yang terdapat di dalam kerajaan membenarkannya. Lewat lisanul hal dengan penuh ketundukan semuanya berkata, “Ya, ya. Setiap ucapannya jujur, adil, dan benar.”
Wahai teman yang lalai, mungkinkah terdapat dusta dan kebohongan pada ucapan utusan yang mulia itu? Tentu hal itu tidak mungkin terjadi. Dialah sosok yang diutus penguasa dengan seribu mendali dan tanda. Semuanya merupakan alamat yang menunjukan kebenarannya. Seluruh pembesar kerajaan ikut membenarkannya. Semua ucapannya dat dipercaya dan mendatangkan ketenangan. Ia membahasa sifat-sifat penguasa yang mencengangkan berikut sejumlah perintahnya. Jika engkau merasa ada sejumlah kebohongan padanya, maka engakau harus mendustakan seluruh makhluk yang membenarkannya. Bahkan enkau harus mengingkari wujud istana dan lentera sekaligus mengingkari wujud segala sesuatu dan hakikatnya. Jika tidak, berikan argument yang kau miliki. Berbagai dalil siap menantangmu.
*Argumen kesebelas dalam kedudukan pertama pada kalimat kedua puluh dua karya Badiuzzaman Said Nursi.
Catatan:
· Kapal disini mengarah kepada sejarah, sementara pulaunya mengarah pada generasi terbaik. Yaitu generasi kenabian.
· Mendali istimewa yang jumlahnya lebih dari seribu maksudnya adalah mukjizat yang diperlihatkan oleh Rasul SAW. Seperti yang diakui oleh para ulama dan ahli hakikat.
· Lentera yang bergantung diatap kerajaan maksudnya adalah bulan dan mukjizat terbelahnya bulan.
· Lentera besar maksudnya adalah mentari yang kembali dari tempat terbenamnya untuk terbit hingga terlihat lagi.
