Pages

WELCOME

Tanah Air Burung Elang

Kamis, 01 September 2011

Not good People

"
Setelah sarapan diundur dari jam 7 pagi ke jam 03 pagi (sahur) karena bulan ramadhan, akhirnya di hari ke dua di bulan syawal ini ane bisa kembali merasakannya di asrama. Dikarenakan juga deadline Buletin Manggala mepet dengan Hari Raya Iedul Fitri, kurang lebih satu minggu kebelakang ane harus tinggal sementara di rumah teman di daerah musallas, Hay ‘Asyir, untuk merapungkan proyek akhirat itu. Berarti mau tidak mau ane harus merepotkan teman-temen di musallas (uhibukum fillah, terimakasih atas kehangatan dan kebaikan kalian. :D ). dan merayakan iedul fitri di Hay ‘asyir.

Satu minggu setelah ditinggalkan, asrama terlihat lebih sepi. Selain karena mahasiswa-mahasiswa yang tinggal disini pulang liburan summer dan karena tamu-tamu dari Eropa yang sengaja datang untuk mengabiskan summer mereka dengan belejar bahasa arab juga sudah kembali ke negara masing-masing karena summer sudah hampir selesai dan juga karena iedul fitri. Sayangnya ane tidak sempat mengucapkan selamat jalan pada mereka. Untuk: Ali zeyd (Turki), Barkhan (Turki), Sefa (Turki), Furqon (Inggris), Usamah (Nigeria), dan Hamzah (Norwegia) selamat jalan, sampai bertemu kembali (Gorusmek uzere, see you soon) .

Ane banyak belajar dari mahasiswa-mahasiswa yang tinggal disini. Selain belajar bahasa mereka ane juga belajar menyesuaikan dengan kebiasaan-kebiasaan mereka. Seperti sarapan ala Eropa dengan menu kentang goreng, roti, selai, telur, dan segelas teh. Makan siang dengan sup (lebih mirip bubur kalau di Indonesia). Dan makan malam yang jarang menyediakan nasi (tapi kenyang).

Pagi tadi, kamis (1/9) ada kejadian menarik setelah sarapan. Yang biasanya sarapan sudah bisa dinikmati pukul 7 pagi tepat, tapi pagi tadi sarapan baru bisa dinikmati pukul 9 pagi. Ngaret 2 jam dari biasanya. Mungkin karena masih suasana iedul fitri jadi beberapa pegawai dapur ada yang pulang kapung sehingga para tukang masak kekurangan tenaga.

Pagi itu ruang makan terlihat sangat sepi. Yang biasanya sudah ramai dengan mahasiswa yang berasal dari Kirgyztan karena mereka tidak pulang liburan summer, pagi itu yang terlihat lebih banyak Abi ( kakak/saudara yang lebih tua dalam bahasa turki). Tapi ada satu orang yang belum ane liat sebelumnya.

Setelah mengambil makan, ane coba untuk duduk disampingnya. Namanya Muhammad datang ke Mesir sekitar tiga hari yang lalu. Dia aslinya orang Sri Langka tapi katanya sudah tinggal di Inggris selama 4 tahun untuk melanjutkan study di fakultas kedokteran. Sudah pasti bahasa inggrisnya jago, tapi dia mencoba memakai bahasa arab selama percakapan dan kadang-kadang dia memakai bahasa inggris. Selama di Mesir dia belajar di lembaga kursus bahasa arab Niel Center untuk melanjukan pelajarannya yang tahun lalu sempat tertunda karena terpotong dengan selesainya liburan summer.

Selesai kami menyantap sarapan, tiba-tiba dia mengatakan dalam bahasa inggris kalau orang mesir tidak baik. Kami yang duduk disampingnya sedikit heran. Dari mana dia mengambil kesimpulan seperti itu. Ternyata tadi yang makan di depannya adalah orang mesir yang bekas makannya tidak di kembalikan ke dapur. Karena kami tahu banyak ulama dan muhsinin disini. Sedikit ada perdebatan kecil. Dan akhirnya di menyimpulkan hanya sebagian orang mesir yang tidak baik.

Dari kejadian diatas ane banyak mengambil pelajaran dari berbagai sisi. Belajar dari tindakan orang Mesir yang makannya sedikit tidak rapih. Dari Muhammad yang membuat saya berfikir ternyata sikap kita sangat diperhatikan. (ahmet)
"
Setelah sarapan diundur dari jam 7 pagi ke jam 03 pagi (sahur) karena bulan ramadhan, akhirnya di hari ke dua di bulan syawal ini ane bisa kembali merasakannya di asrama. Dikarenakan juga deadline Buletin Manggala mepet dengan Hari Raya Iedul Fitri, kurang lebih satu minggu kebelakang ane harus tinggal sementara di rumah teman di daerah musallas, Hay ‘Asyir, untuk merapungkan proyek akhirat itu. Berarti mau tidak mau ane harus merepotkan teman-temen di musallas (uhibukum fillah, terimakasih atas kehangatan dan kebaikan kalian. :D ). dan merayakan iedul fitri di Hay ‘asyir.

Satu minggu setelah ditinggalkan, asrama terlihat lebih sepi. Selain karena mahasiswa-mahasiswa yang tinggal disini pulang liburan summer dan karena tamu-tamu dari Eropa yang sengaja datang untuk mengabiskan summer mereka dengan belejar bahasa arab juga sudah kembali ke negara masing-masing karena summer sudah hampir selesai dan juga karena iedul fitri. Sayangnya ane tidak sempat mengucapkan selamat jalan pada mereka. Untuk: Ali zeyd (Turki), Barkhan (Turki), Sefa (Turki), Furqon (Inggris), Usamah (Nigeria), dan Hamzah (Norwegia) selamat jalan, sampai bertemu kembali (Gorusmek uzere, see you soon) .

Ane banyak belajar dari mahasiswa-mahasiswa yang tinggal disini. Selain belajar bahasa mereka ane juga belajar menyesuaikan dengan kebiasaan-kebiasaan mereka. Seperti sarapan ala Eropa dengan menu kentang goreng, roti, selai, telur, dan segelas teh. Makan siang dengan sup (lebih mirip bubur kalau di Indonesia). Dan makan malam yang jarang menyediakan nasi (tapi kenyang).

Pagi tadi, kamis (1/9) ada kejadian menarik setelah sarapan. Yang biasanya sarapan sudah bisa dinikmati pukul 7 pagi tepat, tapi pagi tadi sarapan baru bisa dinikmati pukul 9 pagi. Ngaret 2 jam dari biasanya. Mungkin karena masih suasana iedul fitri jadi beberapa pegawai dapur ada yang pulang kapung sehingga para tukang masak kekurangan tenaga.

Pagi itu ruang makan terlihat sangat sepi. Yang biasanya sudah ramai dengan mahasiswa yang berasal dari Kirgyztan karena mereka tidak pulang liburan summer, pagi itu yang terlihat lebih banyak Abi ( kakak/saudara yang lebih tua dalam bahasa turki). Tapi ada satu orang yang belum ane liat sebelumnya.

Setelah mengambil makan, ane coba untuk duduk disampingnya. Namanya Muhammad datang ke Mesir sekitar tiga hari yang lalu. Dia aslinya orang Sri Langka tapi katanya sudah tinggal di Inggris selama 4 tahun untuk melanjutkan study di fakultas kedokteran. Sudah pasti bahasa inggrisnya jago, tapi dia mencoba memakai bahasa arab selama percakapan dan kadang-kadang dia memakai bahasa inggris. Selama di Mesir dia belajar di lembaga kursus bahasa arab Niel Center untuk melanjukan pelajarannya yang tahun lalu sempat tertunda karena terpotong dengan selesainya liburan summer.

Selesai kami menyantap sarapan, tiba-tiba dia mengatakan dalam bahasa inggris kalau orang mesir tidak baik. Kami yang duduk disampingnya sedikit heran. Dari mana dia mengambil kesimpulan seperti itu. Ternyata tadi yang makan di depannya adalah orang mesir yang bekas makannya tidak di kembalikan ke dapur. Karena kami tahu banyak ulama dan muhsinin disini. Sedikit ada perdebatan kecil. Dan akhirnya di menyimpulkan hanya sebagian orang mesir yang tidak baik.

Dari kejadian diatas ane banyak mengambil pelajaran dari berbagai sisi. Belajar dari tindakan orang Mesir yang makannya sedikit tidak rapih. Dari Muhammad yang membuat saya berfikir ternyata sikap kita sangat diperhatikan. (ahmet)

0 komentar:

Posting Komentar