Pages

WELCOME

Tanah Air Burung Elang

Kamis, 28 Juli 2011

Yes, We Are Family (Berawal dari ketidaksengajaan)

"


"Do you know what 'FAMILY' means? (F)ather (A)nd (M)other (I) (L)ove (Y)ou" - I am Not Stupid Too

Berawal dari ketidaksengajaan. Gak sengaja masuk kelas bahasa satu tahun di El-kuliya El-‘Ulum. Gak sengaja buat gak langsung makan bangku kuliahan. Gak sengaja karena harus aktif di kelas supaya najah di setiap level. Gak sengaja gak ikut Evakuasi. Semua ketidaksengajaan ini yang mengantarkan ane mengenal orang-orang istimewa ini.

Apa yang membuat mereka istimewa?.

Satu bulan setelah tinggal di Mesir, ane mulai merasa tidak kerasan. Mungkin karena belum bisa  menyesuaikan dengan lingkungan baru. Cuaca dingin yang terus bertambah dingin dari hari kehari, sejauh mata memandang sangat jarang pepohonan lebat sepeti di Indonesia. Wajah-wajah arab dengan perawakan tinggi besar dan suara menggelegar. Semuanya kembali mengingatkan betapa indahnya Indonesia. Betapa hangatnya berada di tengah-tengah keluarga. Sampai satu kali terlontar kalimat ajaib, “ane pengen punya saudara disini! Yang bisa nyalah-nyalahin ane yang bukan hanya bisa membenarkan ane.”

Hari berganti dan bulan terus berputar mengganti sift. Kejadian-kejadian penting mulai mewarnai perjalan. Satu dari kami memutuskan berhenti berjuang di Mesir dan harus kembali ke Indonesia. Kalau ditanya kenapa, Banyak factor. Ya, semua orang punya jalannya masing-masing buat menuliskan sejaranhnya yang nanti akan dia ceritakan buat para cucu.

Sehari setelah kepergian dia, terjadi demo besar-besaran di Bundaran Tahrir yang belum pernah terjadi selama 30 puluh tahun kebelakang. Mesir memanas. Semua orang asing pergi meninggalkan Mesir ditarik oleh Negara masing-masing. Begitu juga dengan Indonesia, menarik seluruh warganya untuk segera meninggalkan Mesir. Walaupun ketika itu ane manyimpan banyak kekesalan tapi ‘ala kulli haal semuanya bukan karena factor kesengajaan. Tapi sudah Allah rencanakan sejak lama.

Ya,ada kesengajaan di dunia ini. Setelah kelas bahasa terpaksa diliburkan melebihi jadwal liburan tengah semester, semuanya kembali normal pasca runtuhnya rezim Mubaarak. Thulab masih sangat sepi. Hanya tersisa yang tidak terevakuasi. Kelas yang biasanya ramai oleh Thulab Malaysia sekarang hanya tersisa paling banyak lima orang saja.

ane sendiri masuk di kelas yang tidak ada orang Asianya kecuali satu orang dari Thailand dan ane dari Indonesia, selebihnya Turki, Albania, Afganistan dan Nigeria.

Semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Pada saat itulah untuk pertama kalinya  ane bisa kenal dan deket dengan orang-orang selain dari Asia.

sampai ada satu orang yang berasal dari Albania yang sangat akrab dengan ane. Setiap selesai pelajaran ane suka diajak mengobrol di balkon. Awalnya percakapan hanya sebatas kabar dan keadaan Negara masing-masing. Tapi setelah lama kelamaan dengan intensitas pertemuan dan mengobrol yang banyak kami semakin akrab. Mungkin ini jawaban dari Allah dengan kata ajaib yang pernah ane ungakapkan 3 bulan lalu.

Karena perantara dia lah ane bisa sedikit bahasa Albania dan Turki. Karena perantara dial ah ane bisa merasakan kebiasaan-kebiasan orang-orang Eropa. (terimakasih saudaraku, uhibukumfilah.)




Ibnu qoyyim menasehati, "kapan saja engkau melihat dirimu lari dari ketaatan kepada-Nya menuju ketaatan kepada makhluk, atau dari menyendiri bersama Allah berpindah kepada menyendiri bersama yang lain, ketahuilah bahwa engkau tidak cocok bersahabat dengan orang itu."



Walaupun tidak sempurna minimal bisa menambah yang kurang dari diri ane. 
Seperti kata temen ane dalam blognya yang  mengatakan; 

Gunung akan terlihat indah jika kita melihat dari jauh.

yes this is true!.

Dakwah itu menebar kebaikan, menyediakan diri sbg teman bagi siapa pun. Bukan menghakimi atau menakut-nakuti

"


"Do you know what 'FAMILY' means? (F)ather (A)nd (M)other (I) (L)ove (Y)ou" - I am Not Stupid Too

Berawal dari ketidaksengajaan. Gak sengaja masuk kelas bahasa satu tahun di El-kuliya El-‘Ulum. Gak sengaja buat gak langsung makan bangku kuliahan. Gak sengaja karena harus aktif di kelas supaya najah di setiap level. Gak sengaja gak ikut Evakuasi. Semua ketidaksengajaan ini yang mengantarkan ane mengenal orang-orang istimewa ini.

Apa yang membuat mereka istimewa?.

Satu bulan setelah tinggal di Mesir, ane mulai merasa tidak kerasan. Mungkin karena belum bisa  menyesuaikan dengan lingkungan baru. Cuaca dingin yang terus bertambah dingin dari hari kehari, sejauh mata memandang sangat jarang pepohonan lebat sepeti di Indonesia. Wajah-wajah arab dengan perawakan tinggi besar dan suara menggelegar. Semuanya kembali mengingatkan betapa indahnya Indonesia. Betapa hangatnya berada di tengah-tengah keluarga. Sampai satu kali terlontar kalimat ajaib, “ane pengen punya saudara disini! Yang bisa nyalah-nyalahin ane yang bukan hanya bisa membenarkan ane.”

Hari berganti dan bulan terus berputar mengganti sift. Kejadian-kejadian penting mulai mewarnai perjalan. Satu dari kami memutuskan berhenti berjuang di Mesir dan harus kembali ke Indonesia. Kalau ditanya kenapa, Banyak factor. Ya, semua orang punya jalannya masing-masing buat menuliskan sejaranhnya yang nanti akan dia ceritakan buat para cucu.

Sehari setelah kepergian dia, terjadi demo besar-besaran di Bundaran Tahrir yang belum pernah terjadi selama 30 puluh tahun kebelakang. Mesir memanas. Semua orang asing pergi meninggalkan Mesir ditarik oleh Negara masing-masing. Begitu juga dengan Indonesia, menarik seluruh warganya untuk segera meninggalkan Mesir. Walaupun ketika itu ane manyimpan banyak kekesalan tapi ‘ala kulli haal semuanya bukan karena factor kesengajaan. Tapi sudah Allah rencanakan sejak lama.

Ya,ada kesengajaan di dunia ini. Setelah kelas bahasa terpaksa diliburkan melebihi jadwal liburan tengah semester, semuanya kembali normal pasca runtuhnya rezim Mubaarak. Thulab masih sangat sepi. Hanya tersisa yang tidak terevakuasi. Kelas yang biasanya ramai oleh Thulab Malaysia sekarang hanya tersisa paling banyak lima orang saja.

ane sendiri masuk di kelas yang tidak ada orang Asianya kecuali satu orang dari Thailand dan ane dari Indonesia, selebihnya Turki, Albania, Afganistan dan Nigeria.

Semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Pada saat itulah untuk pertama kalinya  ane bisa kenal dan deket dengan orang-orang selain dari Asia.

sampai ada satu orang yang berasal dari Albania yang sangat akrab dengan ane. Setiap selesai pelajaran ane suka diajak mengobrol di balkon. Awalnya percakapan hanya sebatas kabar dan keadaan Negara masing-masing. Tapi setelah lama kelamaan dengan intensitas pertemuan dan mengobrol yang banyak kami semakin akrab. Mungkin ini jawaban dari Allah dengan kata ajaib yang pernah ane ungakapkan 3 bulan lalu.

Karena perantara dia lah ane bisa sedikit bahasa Albania dan Turki. Karena perantara dial ah ane bisa merasakan kebiasaan-kebiasan orang-orang Eropa. (terimakasih saudaraku, uhibukumfilah.)




Ibnu qoyyim menasehati, "kapan saja engkau melihat dirimu lari dari ketaatan kepada-Nya menuju ketaatan kepada makhluk, atau dari menyendiri bersama Allah berpindah kepada menyendiri bersama yang lain, ketahuilah bahwa engkau tidak cocok bersahabat dengan orang itu."



Walaupun tidak sempurna minimal bisa menambah yang kurang dari diri ane. 
Seperti kata temen ane dalam blognya yang  mengatakan; 

Gunung akan terlihat indah jika kita melihat dari jauh.

yes this is true!.

Dakwah itu menebar kebaikan, menyediakan diri sbg teman bagi siapa pun. Bukan menghakimi atau menakut-nakuti

0 komentar:

Posting Komentar