Pages

WELCOME

Tanah Air Burung Elang

Jumat, 02 September 2011

Catatan Ramadhan: Lebaran with Tea Party ala Turkey


Di Mesir ane tinggal di asrama milik yayasan dari Turki yang katanya masih ada hubungan dengan Mohammed Fethullah Gülen. Siapa Mohammed Fethullah Gülen?

Mohammed Fethullah Gülen adalah pengkhotbah Turki, penulis, pendidik, dan sarjana Muslim yang hidup di pengasingan di Pennsylvania (AS). Dia adalah pendiri dan pemimpin gerakan Gulen . Gulen ditandai di media sebagai salah satu tokoh paling penting di dunia Muslim. (sumber: wikipedia)

Karena milik yayasan dari Turki beberapa kegiatan memakai kebiasaan-kebisan dari Turki. Seperti perayaan maulid Nabi dan perayaan tahun baru islam 1 Muharram dilakukan sebagaimana mereka merayakannya di Turki. Juga dengan makanan yang dihidangakan sama seperti apa yang mereka makan di Turki. Ane tahu dari teman (orang Indonesia) satu asrama yang bulan Ramadhan kemaren pergi ke Turki. Ya, walaupun belum pernah pernah pergi ke Turki tapi minimal ane sudah tahu kebiasaan-kebiasan dan jenis-jenis makanan mereka.

Beruntung ane bisa tinggal disini. Karena kebanyakan yang tinggal disini adalah lulusan sekolah Turki di negaranya masing-masing. Makanya yang berasal dari sekolah Turki semuanya mampu berbahasa Turki dengan baik. kalau ane boro-boro bisa bahasa Turki, mendengar mereka bicara saja seperti ada di planet antah berantah. Tapi alhadulillah setelah tinggal disini, sekarang sudah sedikit mengerti.

Satu hari sebelum hari raya ada sebuah pengumuman yang di tempel menggunakan bahasa Turki. Yang kurang lebih isinya mengumumkan akan ada acara pada hari kedua di bulan Syawal selepas shalat Ashar di Salahuddin International School Turkey.

Sapai di Salahuddin International School Turkey suasana masih belum ramai. Kemudian beberapa orang mencoba bermain futsal dan voley ball sampai mangrib menjelang. Selesai shalat magrib, panitia mengajak kami untuk berkumpul di samping lapangan. beberapa orang terlihat sibuk membawa gelas-gelas panas berisi teh. Setelah semuanya berkumpul, beberapa dari kami mencoba memualainya dengan melempar candaan dan percakapan. The party selesai sekitar pukul delapan malam.

Selesai teh party kami diajak ke gedung pertemuan yang jaraknya tidak begitu jauh. Gedung itu biasanya mereka gunakan untuk perayaan hari-hari besar. Tampak gedung sudah dipersiapkan. Telihat persiapan tidak muluk-muluk, hanya ada sebuah meja plus kursi yang di tempatkan di bawah untuk pembicara. Setelah pembacaan ayat suci Al-quran, MC mempersilahkan seorang yang terlihat sangat dihormati utnuk menyampaikan cermah.

Acara berlangsung sangat khidmat sampai pukul 21.00. Acara selesai dan kami kembali ke asrama.  (ahmet)

Kamis, 01 September 2011

Not good People

Setelah sarapan diundur dari jam 7 pagi ke jam 03 pagi (sahur) karena bulan ramadhan, akhirnya di hari ke dua di bulan syawal ini ane bisa kembali merasakannya di asrama. Dikarenakan juga deadline Buletin Manggala mepet dengan Hari Raya Iedul Fitri, kurang lebih satu minggu kebelakang ane harus tinggal sementara di rumah teman di daerah musallas, Hay ‘Asyir, untuk merapungkan proyek akhirat itu. Berarti mau tidak mau ane harus merepotkan teman-temen di musallas (uhibukum fillah, terimakasih atas kehangatan dan kebaikan kalian. :D ). dan merayakan iedul fitri di Hay ‘asyir.

Satu minggu setelah ditinggalkan, asrama terlihat lebih sepi. Selain karena mahasiswa-mahasiswa yang tinggal disini pulang liburan summer dan karena tamu-tamu dari Eropa yang sengaja datang untuk mengabiskan summer mereka dengan belejar bahasa arab juga sudah kembali ke negara masing-masing karena summer sudah hampir selesai dan juga karena iedul fitri. Sayangnya ane tidak sempat mengucapkan selamat jalan pada mereka. Untuk: Ali zeyd (Turki), Barkhan (Turki), Sefa (Turki), Furqon (Inggris), Usamah (Nigeria), dan Hamzah (Norwegia) selamat jalan, sampai bertemu kembali (Gorusmek uzere, see you soon) .

Ane banyak belajar dari mahasiswa-mahasiswa yang tinggal disini. Selain belajar bahasa mereka ane juga belajar menyesuaikan dengan kebiasaan-kebiasaan mereka. Seperti sarapan ala Eropa dengan menu kentang goreng, roti, selai, telur, dan segelas teh. Makan siang dengan sup (lebih mirip bubur kalau di Indonesia). Dan makan malam yang jarang menyediakan nasi (tapi kenyang).

Pagi tadi, kamis (1/9) ada kejadian menarik setelah sarapan. Yang biasanya sarapan sudah bisa dinikmati pukul 7 pagi tepat, tapi pagi tadi sarapan baru bisa dinikmati pukul 9 pagi. Ngaret 2 jam dari biasanya. Mungkin karena masih suasana iedul fitri jadi beberapa pegawai dapur ada yang pulang kapung sehingga para tukang masak kekurangan tenaga.

Pagi itu ruang makan terlihat sangat sepi. Yang biasanya sudah ramai dengan mahasiswa yang berasal dari Kirgyztan karena mereka tidak pulang liburan summer, pagi itu yang terlihat lebih banyak Abi ( kakak/saudara yang lebih tua dalam bahasa turki). Tapi ada satu orang yang belum ane liat sebelumnya.

Setelah mengambil makan, ane coba untuk duduk disampingnya. Namanya Muhammad datang ke Mesir sekitar tiga hari yang lalu. Dia aslinya orang Sri Langka tapi katanya sudah tinggal di Inggris selama 4 tahun untuk melanjutkan study di fakultas kedokteran. Sudah pasti bahasa inggrisnya jago, tapi dia mencoba memakai bahasa arab selama percakapan dan kadang-kadang dia memakai bahasa inggris. Selama di Mesir dia belajar di lembaga kursus bahasa arab Niel Center untuk melanjukan pelajarannya yang tahun lalu sempat tertunda karena terpotong dengan selesainya liburan summer.

Selesai kami menyantap sarapan, tiba-tiba dia mengatakan dalam bahasa inggris kalau orang mesir tidak baik. Kami yang duduk disampingnya sedikit heran. Dari mana dia mengambil kesimpulan seperti itu. Ternyata tadi yang makan di depannya adalah orang mesir yang bekas makannya tidak di kembalikan ke dapur. Karena kami tahu banyak ulama dan muhsinin disini. Sedikit ada perdebatan kecil. Dan akhirnya di menyimpulkan hanya sebagian orang mesir yang tidak baik.

Dari kejadian diatas ane banyak mengambil pelajaran dari berbagai sisi. Belajar dari tindakan orang Mesir yang makannya sedikit tidak rapih. Dari Muhammad yang membuat saya berfikir ternyata sikap kita sangat diperhatikan. (ahmet)

Catatan Ramadhan : Bukan ‘Ied Mubarak, tapi ‘ied saed.

Lebaran tahun ini sangat berbeda dari tahun sebelumnya. Kalau tahun kemarin ane masih bisa sungkem sama ibu dan bapak, sekarang hanya bisa mengucapkannya di ujung telepon. Teman-teman di Facebook dan Twitter juga banyak yang menanyakan bagaimana lebaran di negri orang yang jauh dari orang tua. Terbayang wajah-wajah teduh mereka berdua, terakhir melihatnya adalah ketika mengantar sampai Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta 10 bulan yang lalu. Selama ini kami berkomunikasi hanya melalui telepon dan SMS.

Merayakan lebaran di Mesir tentulah sangat berbeda. selain dari lingkungan juga dari segi adat. Mesir mempunyai caranya sendiri untuk merayakan hari iednya.

Malam takbiran yang sangat ditunggu-tunggu meriah dengan suara gaduh bedug diiringi takbir, tahmid dan tahlil juga dengan pawai keliling sama sekali tidak terdengar seperti halnya di Indonesia. Takbir terdengar ketika selesai melaksanakan shalat subuh tapi tidak lama.

Nuansa lebaran dimana-mana sama tapi di kota saya tinggal agak sepi, mungkin karena orang-orang lebih memilih lebaran di desa masing-masing.

Ada pengalaman menarik, karena tahun ini adalah tahun pertama kami melaksanakan ied fitri di Mesir. kemarin ane dan temam-teman satu rumah sudah mendengar kabar kalau orang-orang Indonesia akan melaksanakan shalat ied di masjid Assalam (bentuknya hampir mirip dengan masjid sakhro di dekat masjid alaqso di Palestina) pukul 7 pagi bergantian dengan orang Mesir yang biasanya melaksanakan shalat ied jam 6 pagi. Tapi selepas shalat subuh tadi seorang teman mengatakan kalau shalat untuk orang Indonesia akan di mulai jam 9 pagi. Maka, kami sedikit bersantai. Tapi ternyata shalat ied untuk orang Indonesia dilaksanakan pukul 7.30.

Berbeda buat ane, berbeda juga buat Mesir. Ada anekdot yang mengatakan, Bukan ‘Ied Mubarak, tapi ‘ied saed. Kenapa?

Rezim kekuasaan Mubarak yang berkuasa kurang lebih 30 tahun denga segala ke zalimannya, rupanya bener-bener membuat orang-orang Mesir marah. Bahakan mendengar nama matan penguasa itu saja malas. Sampai ada cerita, teman ane yang kebetulan namanya mubarak sampe ditanya, apa?! Mubarak?! Dia di penjara!!.


Atau waktu ane tanya sama orang mesir, ied mubarak eu ied saed? dia jawab, tsani! (yang kedua!)
Jadi, Bukan ‘Ied Mubarak, tapi ‘ied saed.:D (ahmet)

Senin, 01 Agustus 2011

Don't Stop Believin


“Don’t Stop Believin”
akan jadi top mark judul postingan di blog ane.
Judul ini akan selalu ane pake seiring dengan beberapa hal yang tidak pernah ane sadar tentang kejadian-kejadian yang tadinya Imposible.

Kejadian adalah hal ghaib dan mustahil kita tahu.

Yang artinya hanya boleh Allah yang tahu soal ini.
Seperti “apa yang akan terjadi besok? Atau apa yang akan kita lakukan satu menit kedepan? Atau nanti kita akan begini atau begitu.”

Factor keyakinan yang membuat ane berbeda.
Pada saat itu ane sangat yakin itu akan terjadi.

You can if you think you can

Don’t  Stop Believin! J

Sajak; Menjengkelkan

pernah satu kali punya teman sangat menjengkelkan.
satu kebaikan dihitungnya tiga hari.

ada satu teman begitu menjengkelkan.
sudah menjelek-jelekan masih saja minta bantuan.

tapi Sebaik-baiknya kamu, 
pasti ada orang yang tidak menyukaimu.
Bahkan seorang nabi pun pernah dibenci orang.

Masih banyak hal yang perlu kamu pikirkan daripada memusingkan orang yang menjengkelkan dan tidak menyukaimu.

Cairo, 6 April 2011

Sajak; Doa Lampu Masjid Kota

Saat nanti janur kuning melengkung,
membuncit ke langit.
Aku masih disini,
 duduk melingkari lampu lampu masjid kota.

menyelipkan kata-kata doa saat tangan menyimpul ke langit. 

biar ku kirim lantunan doa nabi saat putrinya menikah agar sampai di hari 4 juni nanti..

Biar.
 Biar saja aku tak pulang.
 lalu aminkan.

Cairo, 6 April 2011

Minggu, 31 Juli 2011

The Show Must Go On

Man zadda wa zada, waman zaro’a hashoda –pepatah arab-

Alhamdulliah, setelah menunggu dengan sangat sabar akhirnya natijah ujian keluar juga.
Walaupun tidak sesuai dengat apa yang dibayangkan, tapi yang terpenting adalah mensyukurinya.
Memang beberapa bulan gue sempet hilang konsentrasi dengan madah yang ada karena bagaimanapun tinggal di negri orang itu sangat menyiksa kerinduan.

Tapi untung tidak berlangsung lama.
Dan gue sempet inget kata-kata guru gue yang membuat konsentrasi gue kembali dengan madah.

Menata niat.

Betul, itu yang sempet hilang.
Waktu itu ternyata sangat berharga.

Harus shalih pribadi dan shalih social.
Kadang, ujian itu lebih berat dari apa yang kita bayangkan tapi sering lebih ringan menghadapi ujian itu dengan bimbingan Allah, maka cari factor-faktor yang menyebabkan dekat dengan Allah.

Salah satu yang membuat bangkit adalah mengingat gue nanti akan pulang.

Sebetulnya banyak target yang udah gue tulis.
Tapi banyak juga kelalaian yang gue bikin.
Jadi semuanya tidak optimal.
Ya, namanya Egypt banyak banget yang melenakan mata.
Apalagi musim dingin yang bikin betah di kasur.

Dan akhirnya The Show Must Go On.
Bismillah..

Jumat, 29 Juli 2011

Teknologi Informasi untuk Mendidik Dunia

Kalo gue baca artikel dari Iwan Piliang yang judulnya Hebatnya Akademi Khan yang membahas tentang seorang kelahiran New Orleans, Louisiana, AS yang bernama Salaman Khan yang mendirikan Khan Academy, gue punya ruh tersendri. 
Beberapa harapan gue lemparin ke langit. Ya, semoga jadi kenyataan!


Khan Academy menurut gue adalah Sekolah visual yang cerdas.

Bagaimana tidak Situs internet yang diprakarsai oleh Salman Khan ini memuat semua bentuk materi pengajaran secara visual memanfaatkan Youtube.com.
 setiap harinya 50 ribu murid sejagat belajar materi yang ada dalam situs ini.
Ia mendirikan Akademi Khan bertujuan menggunakan teknologi informasi bagi mendidik dunia.

Wow! bagaimana kalo gue yang berfikir kesana?

Barusan gue baru jalan-jalan di Youtube.com.
Dan gak sengaja mampir di video kanal milik Syukranorg.
 Dan gue ikut terkesima lihat beberapa usaha yang dilakukan Shahib Amin ini.


Kalo gue bisa mengabungkan pemikiran dan kesuksesan dua orang ini, maka bukan tidak mungkin bukan?!

Kamis, 28 Juli 2011

have fun

Pagi itu (28/5/11) seluruh penghuni asrama ada acara tour ke Ismailia, wilayah Mesir bagian barat.  Masing-masing thulab  diwajibkan memebayar uang administrasi sebesar LE 40 atau setara dengan Rp. 60.000,-. Terhitung cukup murah. Karena biasanya orang Indonesia kalau mau mengadakan acara tour seperti ini minimal membayar uang LE 150. Memang kunjungannya tidak hanya dengan satu tempat, tapi rasanya sangat berat mengeluarkan uang sebesar itu dari dompet.

Perjalanan cukup panjang. Hampir dua jam setengah ane duduk di mobil. Pemandangan sepanjang jalan cukup bisa mengobati kebosanan. Canda yang sesekali dilemparkan thulab lain juga membuat suasana sedikit ramai. Beberapa orang dipanggil kedepan untuk menghibur. Ada yang membawakan cerita lucu, menyanyi, dan mendengarkan bacaan Quran (mereka sangat suka (takjub) mendengarkan bacaan quran dari Qori-qori terkenal).

Sesampainya di Ismailia, abi (saudara/kakak/yang dituakan dalam bahasa turki) memberikan kebebasan apa  ingin maen sepak bola duluan atau berenang. Ane lebih memilih langsung beranang, tapi sebagian memilih maen bola.

Acara silanjutakan dengan beberapa perlombaan kecil. Seperti lomba balap karung, lomba balap telur. Lomba mencari uang LE 1 didalam yogurt, lomba makan aple dalam air dan lomba tarik tambang.

Acara ditutup dengan makan malam di restaurant sekitar tempat acara. (ahmet)



















terusan Suez

Yes, We Are Family (Berawal dari ketidaksengajaan)



"Do you know what 'FAMILY' means? (F)ather (A)nd (M)other (I) (L)ove (Y)ou" - I am Not Stupid Too

Berawal dari ketidaksengajaan. Gak sengaja masuk kelas bahasa satu tahun di El-kuliya El-‘Ulum. Gak sengaja buat gak langsung makan bangku kuliahan. Gak sengaja karena harus aktif di kelas supaya najah di setiap level. Gak sengaja gak ikut Evakuasi. Semua ketidaksengajaan ini yang mengantarkan ane mengenal orang-orang istimewa ini.

Apa yang membuat mereka istimewa?.

Satu bulan setelah tinggal di Mesir, ane mulai merasa tidak kerasan. Mungkin karena belum bisa  menyesuaikan dengan lingkungan baru. Cuaca dingin yang terus bertambah dingin dari hari kehari, sejauh mata memandang sangat jarang pepohonan lebat sepeti di Indonesia. Wajah-wajah arab dengan perawakan tinggi besar dan suara menggelegar. Semuanya kembali mengingatkan betapa indahnya Indonesia. Betapa hangatnya berada di tengah-tengah keluarga. Sampai satu kali terlontar kalimat ajaib, “ane pengen punya saudara disini! Yang bisa nyalah-nyalahin ane yang bukan hanya bisa membenarkan ane.”

Hari berganti dan bulan terus berputar mengganti sift. Kejadian-kejadian penting mulai mewarnai perjalan. Satu dari kami memutuskan berhenti berjuang di Mesir dan harus kembali ke Indonesia. Kalau ditanya kenapa, Banyak factor. Ya, semua orang punya jalannya masing-masing buat menuliskan sejaranhnya yang nanti akan dia ceritakan buat para cucu.

Sehari setelah kepergian dia, terjadi demo besar-besaran di Bundaran Tahrir yang belum pernah terjadi selama 30 puluh tahun kebelakang. Mesir memanas. Semua orang asing pergi meninggalkan Mesir ditarik oleh Negara masing-masing. Begitu juga dengan Indonesia, menarik seluruh warganya untuk segera meninggalkan Mesir. Walaupun ketika itu ane manyimpan banyak kekesalan tapi ‘ala kulli haal semuanya bukan karena factor kesengajaan. Tapi sudah Allah rencanakan sejak lama.

Ya,ada kesengajaan di dunia ini. Setelah kelas bahasa terpaksa diliburkan melebihi jadwal liburan tengah semester, semuanya kembali normal pasca runtuhnya rezim Mubaarak. Thulab masih sangat sepi. Hanya tersisa yang tidak terevakuasi. Kelas yang biasanya ramai oleh Thulab Malaysia sekarang hanya tersisa paling banyak lima orang saja.

ane sendiri masuk di kelas yang tidak ada orang Asianya kecuali satu orang dari Thailand dan ane dari Indonesia, selebihnya Turki, Albania, Afganistan dan Nigeria.

Semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Pada saat itulah untuk pertama kalinya  ane bisa kenal dan deket dengan orang-orang selain dari Asia.

sampai ada satu orang yang berasal dari Albania yang sangat akrab dengan ane. Setiap selesai pelajaran ane suka diajak mengobrol di balkon. Awalnya percakapan hanya sebatas kabar dan keadaan Negara masing-masing. Tapi setelah lama kelamaan dengan intensitas pertemuan dan mengobrol yang banyak kami semakin akrab. Mungkin ini jawaban dari Allah dengan kata ajaib yang pernah ane ungakapkan 3 bulan lalu.

Karena perantara dia lah ane bisa sedikit bahasa Albania dan Turki. Karena perantara dial ah ane bisa merasakan kebiasaan-kebiasan orang-orang Eropa. (terimakasih saudaraku, uhibukumfilah.)




Ibnu qoyyim menasehati, "kapan saja engkau melihat dirimu lari dari ketaatan kepada-Nya menuju ketaatan kepada makhluk, atau dari menyendiri bersama Allah berpindah kepada menyendiri bersama yang lain, ketahuilah bahwa engkau tidak cocok bersahabat dengan orang itu."



Walaupun tidak sempurna minimal bisa menambah yang kurang dari diri ane. 
Seperti kata temen ane dalam blognya yang  mengatakan; 

Gunung akan terlihat indah jika kita melihat dari jauh.

yes this is true!.

Dakwah itu menebar kebaikan, menyediakan diri sbg teman bagi siapa pun. Bukan menghakimi atau menakut-nakuti

Rabu, 27 Juli 2011

Yes We Can!


Al ‘ilmu yuti ilaihi wala yati (Imam Bukhari)

Setelah jalan-jalan di blog milik temen dan gak sengaja ane nemu tulisan yang bikin ane malu sendiri. Isinya soal keberangkatan ane sama 8 temen-temen ke Mesir. Ada satu kalimat yang mebuat ane berfikir,

anak Husnul ke Mesir itu biasa, tapi orang Indonesia ke Mesir itu luar biasa

Ya, karena kenyataannya kita terlalu sibuk meminta sama Yang Diatas, jadi kita lupa bersyukur dengan nikmat dan kesempatan yang diamanahkan pada kita. Kadang-kadang kita tidak adil. Kita terlalu banyak menuntut tapi sedikit berterimakasih.

Ane jadi inget cerita Nabi Ayub yang diuji oleh Allah dengan menderita penyakit selama tujuh tahun. kemudian istrinya mengatakan pada Nabi Ayub;

wahai suamiku, kamu itu sesungguhnya Nabiullah cobalah kamu minta agar disembuhkan dari cobaan ini.

Tapi apa jawab Nabi Ayub?

Tidak istriku, aku malu sama Allah. Sehat yang Dia berikan lebih banyak daripada lamanya penyakit ini. 

Subhanallah.



Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan bisa pergi ke Mesir. Masih banyak hal-hal baik yang belum kita ketahui dari Mesir. Semuanya perlu waktu dan proses. So enjoy your life.

Pertama kali datang kesini, kakak kelas ane sempat mengatakan seperti ini,

Mesir itu dengan langit, minta apa aja insyaallah bukan tidak mungkin. 

Dan sampai sekarang kalimat itu masih nempel ditelinga ane dan jadi perisai ane. Dan kenyataanya ane rasakan sendiri apa yang kakak kelas ane bilang itu.

Seperti kalimat yang ane tulis diatas yang artinya kurang lebih seperti ini,

ilmu itu didatangi dan tidak mendatangi

Dikisahkan kalimat ini terlontar dari Imam Bukhari karena pada waktu itu raja memintanya untuk mengajarkan dia ilmu. Tapi imam Bukhari tidak mau dan kemudian keluarlah kalimat yang bagus itu. Ini membuat ane sadar, bahwa itu ilmu mahal.


Bagaimanapun sekolah diluar negri itu bukan jaminan untuk suskses. Tapi tergantung kepada diri kita masing-masing. Banyak juga yang tidak lulus Sekolah Dasar tapi hidupnya mewah, tapi itulah yang Allah katakan dalam surat Al-isra’ ayat 18 yang artinya

Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka kami segerakan baginya di (dunia) ini apa yang kami kendaki bagi orang yang kami kehendaki. Kemudian kami sediakan baginya (di akhirat) neraka jahannam; dia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Na’uzubillah summa na’uzubillah. Semoga Allah selamatkan kita.

Dan akhirnya masih banyak cita-cita ane yang masih tersimpan. Tapi bukan di gudang, soalnya masih seger. Ane harap bukan hanya Mesir aja bisa ane jajal ilmunya, tapi daratan Europe dan Timur Tengah lain yang ingin ane jajal kelebihannya. Yaa robb.

‘ala kulli hal, Mesir is Amazing!!

Summer is a Holiday


Holoday. Holiday. Holiday. Kedengerannya enak. Bisa tidur puas malam ini.

Jauh-jauh hari sebelum ramadhan, pihak sekolah sudah mengumumkan liburan akhir. Dikarenaka juga Mesir yang mulai memasuki musim  panas, juga karena kegiatan belajar mengajar yang sedikit tidak efektif karena kepanasan didalam kelas.

Musim panas di Mesir bisa mencapai 34 ‘C dalam keadaan maksimal. Cukuplah untuk membuat badan gerah karena kepanasan didalam mobil.

Untuk mengisi liburan musim panas, beberapa teman ada yang mengajak liburan ke Alexandria. Juga beberapa kekeluargaan dan perkumpulan-perkumpulan ikut mengadakan acara rihlah ke beberapa tempat di Mesir. Tapi ane tidak tertarik sama sekali. Selain capek juga lagi kurang mood. Akhirnya ane lebih memilih tinggal di cairo saja. 

Selasa, 26 Juli 2011

SKETSA Asrama : First Time




Rabu pagi ane sudah menjinjing satu koper besar dan satu kantong kresek. Sendirian. Tadinya ane mau pakai taxi supaya sedikit ringan. Tapi pake taxi terlalu mahal dan kelihatan ane punya banyak duit. Padalah setiap taxi yang lewat depan ane selalu berhenti. Karena biasanya orang asing kalo bawa koper berdiri dipinggir jalan, pasti bakalan nyegat taxi. Tapi ane enggak, ane tolak. Akhirnya ane pakai angkutan umum Tramco. Lebih mirip angkot kalau di Indonesia.

Ane pergi setelah pamit dengan pembimbing ane di asrama yang baru ane tempatin tidak lebih dari satu minggu. Sempat bingung antara tetap tinggal di asrama mesir atau pindah keasrama Turki. Tidak pernah berfikir ane bisa tinggal di asrama Turki. Karena ditawari sama temen dari Albania dan kebetulan asrama sedang ada tempat kosong, akhirnya ane yang diajak mengisi kekosongan itu.

Pertama kali masuk ke Beit At-Thulab  ane sebagai tamu makan malam. Kesan pertama makan malem dengan mereka adalah luarbiasa. Penuh ikhtirom dan adab. ane merasa sedang diajari bagaimana menghormati dan menjamu tamu yang baik. mereka membawakannya dengan dakwah bil haal.

Tapi sekarang ane sudah tinggal di asrama ini. Mereka adalah keluarga, teman, dan sahabat.

Gagal dan Kaum Beriman

Tidak ada gagal dalam kamus orang beriman


 karena yang Allah SWT hitung adalah usaha atau amal dengan niat yang ikhlas jadi kalau ditimpa kelapngan dia bersyukur dan kalau di timpa kesulitan dia bersabar dua-duanya berpahala.
Gagal dalam kuliah hanya sebatas kuliah, belum tentu iman. 


Karena banyak orang  yang gagal kuliah
 tapi dalam hidupnya banyak member manfaat 


dan banyak yang sukses di kuliah justru di masyarakat banyak masalah. 
Yang penting ilmunya manfaat

Allah Sudah Jamin Dunianya

 Sudah pasti salah hidup mengharapkan dunia. 


Karena Allah mengatakan barang siapa yang ingin dunia Allah kasih dan di akhirat tidak ada bagian, dan barang siapa yang ingin akhirat Allah beri dunia.

Maksud dari ingin akhirat adalah mengikuti Rasullullah SAW dan para sahabat yaitu menyampaikan rahmat keseluruh alam untuk investasi akhirat,

”Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (Duniawi), maka kami segerakan baginya di (dunia) ini apa yang kami kehendaki. Kemudian kami sediakan baginya (di akhirat) neraka jahanam; dia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.” (al-isro:18)

Ada perbedaan antara yang mengharapkan dunia dan yang mengharapakan akhirat karena ada timbal balik di dunia yaitu orang yang beriman menjadikan dunia sebagai ladang amal untuk akhiratnya sedangkan dunianya sudah Allah tetapkan sejak umur 120 hari dalam kandungan ibunya.

Sedangkan pencari dunia tidak sadar kalau rizkinya sudah pasti sejak 120 hari dalam kandungan perut ibunya, sedang amalnya belum pasti karena tergantung dari perbuatan dia, jalannya


 fa elhamaha fujuroha wataqwaha .



Membaca sirah nabi dan para sahabt yang akan terus menahan orientasi kita pada akhirat. 
Maka janganlah banyak berharap dari teman-teman karena semua punya target hidupnya masing-masing maka kita perlu buat target sendiri.


Dan cati teman yang satu tipe, tentu akan ada saling mengingatkan dalam kesabaran dan ketaatan.

Sabtu, 18 Juni 2011

KulTwit @ucsuhendarahmad: #alumni13

  • Ini sekelumit soal .
  • menyedihkan karena katanya tigabelas itu angka sial.
  • dan orang-orang kemudian menghilangkan angka tigabelas dari keberuntungan.
  • ada puluhan bahkan mungkin jutaan yang mengatakan; "sial, celaka tigabelas nih!". 
  • kenapa ya angka tigabelas selalu identik dengan sial... 
  • misalnya Mau menikah, hampir seluruh anggota keluarga sibuk pilah-pilih hari. 
  • atau di bbagai gedung tinggi di China, tdk ada yang namanya lantai 13 dn 14.Mnurut kpercyaan mrk,kdua angka tersbt tdk mmbawa hoki.
  • bahkan masih ada (banyak) lagi "katanya" soal angka tigabelas itu.
  • tapi tidak untuk  yang ini.
  • jargonnya jelas tertulis "kami tahu maknanya" tepat dibawah nama Tigabelas.
  • kalimatnya tidak memakai kalimat istifham atau ta'ajub. tapi orang-orang suka dibuatnya bertanya. "apa maknanya?".
  • tapi biar saja mereka yang mempertanyakan. asal bukan kita (  ) yang mempertanyakannya sendiri.
  • asal tahu, kalimat itu merupakan satu jawaban yang sudah sangat jelas. optimisme.
  • hanya saja  harusnya mulai berfikir untuk menoreh lebih banyak optimisme. menyimpannya dalam-dalam supaya tidak basi.
  • atau mebungkusnya dengan saling mendongkrak. bakteri "pembunuhan optimisme" bisa saja ada dengan banyak cara.
  • bukan tidak mungkin yang dulunya kecil, kucel, bau, suka ingusan dan kita "buang" justru nasibnya satu tingkat diatas. malu dong.
  • mari ramai-ramai "mandi" ritual buang sial.
  • dengan optimisme, saling meminjamkan "dongkrak", dan terus lihat kelangit oba liat sejenak. Terbentang luas dan indah.
  • selamat ulang tahun  . Natamannaa lakumut-taufiiq wan-Najaah.

kawan
hidup ini akan penuh kejutan-kejutan
keajaiban-keajaiban kecil
kejadian-kejadian tak terduga
yang mungkin tak pernah terdetik dalam angan kita

terkadang datang dengan senyuman
terkadang pula dengan tangisan

adakah semua ini
terkadang terlalu membingungkan

kawan
semangatmu jagalah, jangan kau padamkan
kesucian cita-citamu jagalah, jangan kau redupkan
persaudaraanmu jagalah, itu kekuatan
harapan, itu adalah ruh masa depan
ya..,dia akan selalu ada

harapan itu…

kawan
jika masanya telah datang…
segala kesedihanmu akan berganti senyuman
pederitaan akan berganti
bahagia yang membuncah
segala penyesalan nantinya akan berlalu

tau kenapa?
karena kita percaya
sebuah janji kebaikan masa depan

kawan
saatnya itu akan tiba..
tunggu saja!
#alumni13http://twitter.com/#!/ucsuhendarahmad